Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label story. Tampilkan semua postingan

Minggu, 19 September 2021

My Pregnancy Journey - Cerita Hamil dan Melahirkan Kedua

 

Hello, apa kabar? Semoga semuanya baik-baik aja ya.

Cerita kehamilan dan melahirkan kali ini agak sedikit menantang ya, karena aku hamil dan melahirkan saat negeri ini sedang dilanda pandemic covid-19. It’s okay, syukuri dan jalani aja apa yang sudah digariskan.

Kala itu pertengahan bulan Oktober 2020, pertama kalinya aku tahu bahwa aku hamil, which is saat itu kandungan sudah berusia kurang lebih 8 minggu. Keluhan masih sama seperti kehamilan yang pertama, tidak tahan dengan bau sabun mandi yang wangi, walhasil diriku jadi jarang mandi, hehe. Berbeda dengan kehamilan pertama yang so excited, curious dan agak pecicilan, di kehamilan kedua ini terbilang cukup manja ya, karena apa-apa dikit selalu sambat. Plus malas gerak, mau ambil minum aja aku ngesot, alias mager sekali untuk jalan. Eh, tapi bisa juga ini gegara pandemic yang mengharuskan aku untuk #DiRumahAja, hoho (nyari kambing hitam).

06 Mei 2021

Saat usia kandungan saya 34 minggu, qadarullah suami mengalami kecelakaan yang mengakibatkan pergelangan tangan kirinya cidera. Hari itu juga kami langsung meluncur ke Jepara untuk menjalani pengobatan dan terapi di rumah Ibu Mertua. Kurang lebih tiga minggu kami di sana, Alhamdulillah kondisi suami semakin membaik tapi belum bisa pasang galon, ehehe.

31 Mei 2021

Belum juga suami sembuh total, eh malah diriku positif covid dong, duarr! Ambyar nggak tuh. Pikiran udah melayang kemana-mana. Takut begini begitu, kalau nanti begini gimana dan blablabla. Alhamdulillah, thanks to pak suami yang sudah sabar meyakinkanku, menenangkanku dan merawatku selama 10 hari sampai aku sembuh.

Oke, lanjut.

11 Juni 2021

Setelah sembuh (hasil swab negative), sudah cek lab dan cek kehamilan rutin di puskesmas dan dokter, nggak pake lama aku langsung mudik ke Pekalongan (rumah ibu dan bapak). Rencana memang ingin melahirkan di puskesmas sini saja (kayak lahiran yang pertama), karena dekat sama Ibu J

Seminggu sebelum HPL, barulah aku mulai bergerak. Jalan kaki dan naik turun tangga aja. Yoga dan gerakan-gerakan khusus lainnya memang nggak ku lakukan karena ya itu, malas. Yoga mat dan gymball jadi menganggur ya, bund. Astaghfirullah. Jangan ditiru ya, yeorobund. Dua hari sekali aku jalan kaki keliling stadion (lapangan bola) 3-4 kali putaran atau sekuatnya aja. Selebihnya diriku adalah kaum rebahan.

18 Juni 2021

Jam 9 malam aku merasakan ada rasa cekit-cekit geli di bagian perut. Oke, udah mulai nih. Masih dibawa santai ngobrol ngakak-ngakak sama adik-adik dan anak wedok. Sakitnya makin intens sampai ku tak bisa tidur, omg. Malah scrolling instagram sama twitter dong, dasar!

19 Juni 2021

Hari Perkiraan Lahir.

“Okay dedek, jadi mau lahir hari ini ya? Yuk gasskeun, kita hadapi kontraksi dan lahiran ini dengan kalem ya dek, nyaman dan lembut… lahir dengan sehat, selamat, lengkap, sempurna ya dek… Bismillah…”

Begitulah kira-kira salah satu percakapanku dengan si jabang bayi. Mengharap kontraksinya nggak bar-bar dan lahiran dengan smooth. Aku masih menikmati kontraksi di rumah. Masih bisa scroll and chat sampai siang. Setiap kontraksi datang, ku bawa jalan. Pelan aja dan semampunya, sekuatnya. Katanya ini bisa bikin nambah bukaan dengan lebih cepat (beneran loh).

Pukul 14.30 sore, aku udah mulai nggak nyaman dan kesakitan saat kontraksi datang, udah nggak bisa mainan hape lagi. Artinya aku harus bergegas ke puskesmas. Aku langsung aja meluncur ke puskesmas yang jaraknya 5 menit dari rumah (ditemenin suami). Sampai puskesmas, rasanya udah makin nggak karuan ya (saat kontraksi). Aku diswab dulu sama Bu Bidan, baru lanjut cek VT. Ternyata baru bukaan 6, tapi kok udah sakit banget ya kayak udah mau brojol. Rasanya sakit banget sampai pengen poop, YaAllah.

Bu Bidan sudah mengharuskan tidur miring kiri biar bukaan makin cepat, oke saya nurut (kalau masih kuat jalan, jalan aja). Karena aku terlihat agak lemes (nggak kuat nahan sakit, bund), aku disuruh makan dan minum juga untuk mengisi tenaga, oke siap Bu Bid. Walau Bu Bid agak galak (dan perhatian), tapi ku tetap sayang karena Bu Bid yang akan merawatku dan membantu proses lahiranku. Hhehe.

Nah, setiap aku merasa kesakitan dan nggak nyaman karena kontraksi, suami selalu mengingatkan untuk fokus sama pernafasan saja, bukan pada rasa sakitnya.

Tapi sakit. Piye ya.

Oke.  Aku harus berdamai dan ikhlas dulu untuk menjalani ini semua, termasuk saat merasakan rasa sakit dan tidak nyaman. Jadilah kontraksi demi kontraksi aku lewati dengan penuh keringat dan fokus sama pernafasan aja. Kalau aku, suami harus tetap stay di sisi ya bund (kecuali kalau mau sholat, bolehlah mlipir bentar).

Long story short, aku udah mulai nggak bisa nahan HIV alias hasrat ingin voop. Asli. Aku panggil Bu Bidan buat cek VT, karena feelingku udah lengkap nih kayaknya. Beneran dong, bukaan udah lengkap. Akhirnya ketubanku dipecah sama Bu Bid, lalu beliau menjelaskan cara-cara mengejan saat mau brojolin bayi.

Aku udah di posisi siap brojolin bayi, tinggal nunggu gelombang cintanya aja. Pas udah datang, langsung aja aku ngeden nggak pake babibu, eh lha dhalah dedek bayi langsung meluncur aja nggak pake assalamu’alaikum sampe Bu Bid agak kewalahan nangkepinnya. Walhasil, perineum sobek panjang dan aku dapet beberapa jahitan nikmat.

"Mbak, kamu tadi kelihatan lemes tapi kok ngeden e kuat juga ya!!!" alias agak nyindir ya Bu Bid, kenapa ngeden nggak pelan pelan aja. Wkwkwk.

Alhamdulillah masih dipanggil 'mbak'. WKWKWKWK.

Alhamdulillah dedek bayi perempuan lahir dengan sehat, selamat dan lengkap pukul 17.00 WIB.

Alhamdulillah wa syukurillah. Semua atas kuasa dan ijin Allah SWT.

And you know what? Jam 21.00 aku poop dong, bener-bener ye! Can’t you imagine, jam 5 sore lahiran, ba’da maghrib selesai dijahit, dan jam 9 malem poop. Lancar dan nggak sakit. Jahitan juga masih oke. Bener-bener ya, manusia tuh nggak ada apa-apanya tanpa kekuasaan Allah SWT.

Menurutku, selain berdaya diri, ikhlas dan berani hadapi adalah kunci. Sakit dan takut itu harus dihadapi. Memang nggak gampang, namanya juga sedang berjuang. Tiap-tiap orang berbeda saat mentolerir rasa sakit. Apalagi saat harus melahirkan, kita justru harus ikhlas dan berdamai dengan rasa takut, sakit, dan tidak nyaman. Agar saat semua itu terjadi, kita masih tetap semangat dan sanggup meski harus menangis saat menghadapinya.

Jadi ya, apapun yang (akan) terjadi dalam hidup kita, kita harus ikhlas dulu baru kita bisa menjalaninya.

Jiaakkhhh.

Semoga sehat selalu.

Thank you for reading. See you on my next post.

Bye.

Xoxo,

Lulu.

Selasa, 03 Agustus 2021

USG 4D MURAH DI SEMARANG (EXTENDED) / USG 4D SAAT PANDEMI COVID-19

 

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Hello everyone, piye kabare? Semoga selalu diberi kesehatan dan kebahagiaan ya. 

Nggak terasa hampir dua tahun sudah negeri ini dilanda pandemi covid-19. Sudah tak terhitung lagi berapa banyak perjuangan dan pengorbanan yang sudah kita lalui, tapi yang jelas "SELAMAT" ya karena sudah bertahan sejauh ini, YOU DID A GREAT JOB!

Anyways, setelah lahiran anak kedua bulan lalu (ceritanya klik di sini), jadi kepikiran untuk update lebih detail lagi tentang USG 4D DI SEMARANG di postingan sebelumnya (klik di sini).  Masih sama dan belum berubah, untuk USG anak kedua ini saya masih setia dengan dr. Erika Dian (@erikadp_dr), dokter cantik nan baik hati yang selalu bikin saya nyaman dan hati tenang.

Pemeriksaan USG saat hamil menurut saya penting, ya. Banyak manfaat yang didapat dengan kita cek kehamilan dengan USG (USG 2D, 3D maupun 4D), misalnya mengetahui usia kehamilan, perkembangan janin, melihat kondisi kehamilan termasuk kelainan janin.

Saya mulai melakukan pemeriksaan USG saat usia kandungan 8weeks (USG 2D),  kemudian pemeriksaan selanjutnya saat usia kandungan 11 - 15weeks untuk mendeteksi ada atau tidaknya kelainan down syndrome pada janin. Untuk pemeriksaan berikutnya saya mengikuti saran dokter saja atau terserah kita based on our condition..


USG 4D saat uk 32weeks

*bonus foto bersama anak bayik*


TEMPAT PRAKTIK

Alhamdulillah dr. Erika tidak hanya praktik di satu tempat saja, jadi kita tinggal menyesuaikan aja tempat mana yang terdekat dengan lokasi kita. Untuk tempat praktik USG 4D Murah di Semarang dengan dr. Erika Dian adalah sebagai berikut :

1. PRAKTIK MANDIRI

Beralamat di Jalan Kijang II/30 Semarang ( ancer-ancer dari arah Lotte Mart, masuk Jalan Gajah lurus saja. Setelah alfamidi belok kanan masuk Jalan Kijang Utara, lurus sekitar 50 meter, belok kanan masuk Jalan Kijang II.

2. KLINIK PRATAMA SEHAT UTAMA 

Tempat praktik kedua adalah Klinik Pratama Sehat Utama. Klinik ini beralamat di Jalan Medoho Raya no. 21 Sambirejo Semarang.

3. KLINIK PRATAMA NAWANG MEDISTA

Yang ketiga adalah Klinik Pratama Nawang Medista yang beralamat di Jalan Manisharjo Raya 855, Semarang (sekitar 100 meter dari Pasar Kobong ke arah Kaligawe Raya).

So, kita tinggal pilih aja tempat praktik mana yang paling deket dengan lokasi rumah kita, hehe.


INFO PENDAFTARAN

Nah, sekarang akses informasi dan komunikasi pemeriksaan USG dengan dr. Erika Dian makin mudah guys. Semua info jadwal (available atau tidaknya kuota) akan disebarkan via instagram @gracia_usg dan WA story 0857-429-001-40.

Pendaftaran cukup chat via WA 0857-429-001-40, dengan format 

Nama Lengkap#Umur#Nama Suami#Alamat#Hari dan Waktu Periksa (Pagi/Sore)

contoh:

Nagita Slavina#33 tahun#Raffi Ahmad#Jalan Andara Raya, Green Andara Residence#Rabu Sore

Format pendaftaran dikirim dengan catatan kita sudah mengetahui jadwal hari dan waktu periksa yang masih available kuotanya ya. Gimana, makin mudah, lengkap dan mantap kan?!


BIAYA

Sesuai judulnya, biaya pemeriksaan USG dengan dr. Erika Dian tergolong murah, worth the time and the money. Kalau ada keluhan atau pertanyaan, langsung aja dikomunikasikan dengan dr. Erika, inshaAllah beliau orangnya baik, sabar, dan enak diajak curhat *eh.

Untuk pemeriksaan USG 2D biayanya 105K - 125K tergantung usia kehamilan ( < 12weeks atau >= 12weeks), sudah mendapatkan print out hitam putih 1-2 lembar dan hasil tertulis.

Untuk pemeriksaan USG 4D biayanya 200K, sudah mendapatkan print out 2 lembar foto warna dan 3-4 lembar foto hitam putih serta hasil tertulis.

Semua itu sudah termasuk biaya pendaftaran dan konsultasi dokter, ya. Kurang murah apa lagi coba! Oh iya, jangan lupa untuk bumil minum air putih minimal 2.5L sehari hihi, demi kebaikan ibu dan janin, juga demi kelancaran pemeriksaan USG. Jangan lupa untuk membawa buku KIA dan kartu periksa kehamilan saat datang ke klinik ya.

Karena masih dalam situasi pandemic, kita diwajibkan untuk memakai masker dan menjalankan protokol kesehatan saat datang melakukan pemeriksaan. Pengantar cukup satu orang saja, tidak boleh membawa anak kecil dan lansia ya.

Well, stay safe and sane everyone!

Xoxo,

Lulu.








Kamis, 03 Mei 2018

Melahirkan Itu Nggak Sakit - Birth Story


( lulululicious' version )

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Halo semuanya, apa kabar? Semoga sehat dan bahagia selalu ya!

Setelah sekian lama nangkring di draft, akhirnya launching juga.

Ini adalah pengalaman yang sungguh nikmat tiada dua. Nggak cukup kata-kata untuk mengungkapkan rasa syukur saya karna telah melewati ini dengan cukup mudah ( dan kuat ).

Hari Perkiraan Lahir (HPL) saya adalah 10 Februari 2018. Seperti yang sudah saya ceritakan di cerita kehamilan saya, bahwa mulai usia kandungan 27weeks atau dua bulan sebelum melahirkan, saya sudah rajin ikut kelas prenatal gentle yoga, mempelajari ( dan mempraktekkan ) beberapa gerakan yang mempermudah proses melahirkan, dan juga ikut beberapa kelas hypnobirthing. Semua itu saya lakukan karena saya ingin melahirkan dengan mudah, tidak sakit, dan tidak penuh drama.

Hahaha! Melahirkan nggak sakit? Apa iya?

Saya jawab, “IYA!”


SABTU, 02 FEBRUARI 2018

Semingggu sebelum HPL udah mulai galau, karena beberapa teman lahiran sebelum HPL (harusnya nggak boleh gini haha ). Ngomonglah saya ke jabang baby ( JB a.k.a JeiBi ),

“Jeibi, kamu mau keluar kapan nak? Keluar pas hari libur aja ya nak, biar yang nungguin banyak...”

“Nak, nanti lahir yang mudah ya nak. Yang alami. Kita kerjasama bareng...”

“Yang sehat ya nak. Selamat, sempurna, sholeh/sholehah, qurrota a’yun, baik hati dan tutur kata. Jangan jadi kayak Ibu...”

Begitulah setiap hari saya ngomong ke Jeibi sedari dia umur 4 bulan di kandungan. Tapi belum ada tanda-tanda juga. Yauda sabar aja, dan tetap terus memberdayakan diri.

Alhamdulillah kondisi Jeibi dan saya selalu sehat dan baik-baik saja. Tidak pernah ada masalah apapun kecuali hal-hal yang wajar terjadi saat seorang perempuan sedang mengandung. Saya hampir tidak pernah jalan kaki ( pagi maupun sore ), karena males bangun pagi ( haha ini adala alasannya ) tapi tetep ya ngotot yoga seminggu sekali dan sering melakukan gerakan-gerakan yang memudahkan persalinan, seperti di bawah ini:



All pics above I got from @bidankita instagram


Basically, semua gerakan diatas adalah gerakan di kelas yoga yang bisa dipraktekkan dengan mudah di rumah (saat kepala Jeibi sudah di bawah ya). Ditambah lagi dengan naik turun tangga, jongkok-berdiri / ngepel lantai sambil jongkok, dan main gymball. Yang paling seru tuh, main gymball sih. Contoh gerakan pake gymball banyak di youtube. Latihan pake gymball mulai usia kandungan 34weeks dengan catatan posisi kepala Jeibi sudah di bawah.

Ini jelas bukan aku ya, nggak jilbaban gitu kok!
pic source here

Dengan rutin melakukan gerakan diatas, terutama gymball, alhamdulillah saya nggak kena back pain,  kaki nggak bengkak, perut juga nggak sakit karena membawa beban berat, dan kepala Jeibi selalu berada di bawah alias tidak sungsang. Tapiiiii... tak habis sampe disitu, ternyata posisi kepala bayi di bawah aja nggak cukup pemirsa. Jadi untuk membuat persalinan itu mudah dan nggak sakit, kepala Jeibi wajib dibawah dengan posisi anterior atau muka menghadap punggung Ibu.

Bisa dimengerti kan ya, kenapa posisi anterior bikin Jeibi lebih mudah keluar?

Fiuh! Makin rajinlah saya gerak terus kesana kemari ( kecuali jalan kaki :D ) sampai menjelang melahirkan dengan afirmasi positif bahwa kepala Jeibi akan selalu dalam posisi anterior dan segera masuk panggul, ngunci. Ternyata tidak sampai disitu saja pemirsa, agar terhindar dari jahit menjahit (saat lahiran normal), kita harus rajin melakukan pijat perineum ( dipijat oleh suami/perawat ). Tujuan dari pijat perineum ini untuk meningkatkan elastisitas perineum kita agar terhindar dari robekan perineum atau perineum sengaja digunting ( episiotomi ) karena jalan lahir kurang melar. Dan saya memutuskan untuk tidak melakukan itu, geli euy!

Ini hari sabtu 02 Februari cuma mau ngomongin galau belum ada tanda-tanda doang padahal. Kenapa jadi panjang gini :D

Jadi, melahirkan itu sakit nggak?

Jawabku. “NGGAK!”

KAMIS - JUMAT, 08-09 FEBRUARI 2018

Kamis siang saya sudah merasakan sakit nyeri banget (re: nikmat) di perut bagian bawah, seperti nyeri haid tapi masih bisa ditahan. Rasa nikmatnya hilang timbul. Malemnya makin nikmat aja tuh perut, sampai tidur nggak bisa nyenyak ( biasanya nyenyak, asli! ). Jumat dini hari kebangun, langsung ngabarin Mas Ulil uri nampyon perkembangannya saat itu juga, dan beliau habis subuh langsung meluncur ke Pekalongan menghampiriku ( saat itu kita lagi Long Distance Marriage  Pekalongan – Semarang ). Uuunch, so sweet!

Jum’at pagi sampai malam masih aman aja tuh perut, tapi pas mau tidur, beuh.. makin nikmat alhamdulillah. Akhirnya saya hitung nikmat itu pake aplikasi contractions. Tapi syukur masih aman, belum di suruh ke puskesmas. Oh iya, saya memutuskan untuk melahirkan di puskesmas, karena lebih minim intervensi,  bidan serta perawatnya ramah-ramah, biaya juga cucmey di kantong.

SABTU, 10 FEBRUARI 2018

Nah, udah HPL nih. Pas banget udah mulaiada tanda-tanda dari kemarin. Saya udah mulai sedikit tenang, karena nikmat itu sudah datang. Tiap jamnya makin nikmat. Sabar, karena semakin nikmat semakin dekat juga kita untuk bertemu anak bayi.

Sedari pagi sudah prepare apa saja yang musti dibawa ke puskesmas. Akhirnya menjelang ashar kita ke puskesmas. Sampai TKP, saya langsung di VT ( Vaginal Toucher/Pemeriksaan Dalam) untuk mengecek pembukaan. Sudah pembukaan 3. Kata mbakbid ( mbak bidan ), “Kepala sudah masuk panggul tapi masih lama ini, paling besok. Karena anak pertama biasanya gitu.”

Nggak tau kenapa ya setelah di puskesmas, nikmat itu nikmatnya makin makin Ya Allah. Dibikin jalan-jalan sama main gymball udah nggak ngaruh (buat saya), semua latihan nafas dan ilmu-ilmu lain langsung buyar. Isinya mengeluh nikmat; nafas dan perkataan harus dibimbing Mas Ulil karena udah berantakan nggak jelas. Harusnya tetap tenang, rileks dan fokus hanya pada nafas bukan pada ‘nikmatnya’. Tapi saya nggak bisa hoho.

Jam 9 malam di VT lagi masih pembukaan 5. Nikmatnya udah nggak karuan. Ditambah kebelet poop pake banget. Kebetulan saya belum poop 2 hari juga, jadi agak malu ya ntar kalo pas mengejan, poop-nya ikut keluar. Saya minta ijin poop sama mbakbid tapi nggak boleh, katanya nggak boleh mengejan sebelum pembukaan 10 lengkap. Bhaique!

MINGGU, 11 FEBRUARI 2018

Jam 2 dini hari dicek VT lagi ( sumpah ya nggak suka ), pembukaan 7. Yuk dikit lagi nak. Tapi mamak udah nggak kuat. Ngomong udah mulai ngelantur dari udah nggak kuat, sampe minta maaf ke Ibu, Suami, dan adik-adik. Bapak nggak berani masuk ruangan. Rasanya nikmat banget. Joss.

Lalu Ibu saya,

“Lha gimana, rujuk ke rumah sakit po?”

Langsung semangat saya mencuat kembali pas denger kata ‘rumah sakit’. Sepanjang malam nggak tidur dan nggak berhenti ngoceh. Asli, buibu hamil kasur sebelah pada diem-diem bae ngerasain nikmatnya, saya dan Mas Ulil ngoceh terus sambil duduk atau berdiri. Saya ngocehnya kata-kata negatif. Mas Ulil langsung menutupi ocehan saya dengan kata-kata positif bak Mario Teguh.

Hari itu puskesmas ruang bersalin lagi rame-ramenya sampai saya sedikit terlupakan. Akhirnya cek VT lagi jam 6, udah pembukaan 10 lengkap cuy! Tapi saya ijin mau poop dulu sama mbakbid, karena nggak mau lahiran keluar poop juga.

Akhirnya mbakbid mengijinkan saya poop dengan posisi.... tiduran miring ke kiri. Dan mbakbid duduk dibelakang saya sambil nungguin poopku meluncur. YaAllah nggak tega. Mbakbid ini sungguh bidadari dunia.

Rasa ingin poop pun tiba, akhirnya aku mengejan biar poop keluar...

“NNNGGGKKKKKK....”

“Pppyyyooookkkkk!!”

Jam 06.50 pagi ketubanku malah yang pecah, dan poop tak kunjung keluar. Langsung deh saya dieksekusi, dikasih intruksi cara mengejan dan nafas. Kalau mau doa atau sholawat dalam hati saja. Pokoknya mengejan nggak pake suara.

“NNNGGGKKKKKK....”

“Yak bagus mbak, terus terus... baguuuuss...”

“NNNGGGKKKKKK....”

“Yak mbak bagus. Pak kepala sudah keluar nih mau liat nggak?”

“NNNGGGKKKKKK....”

“Alhamdulillaaaaaah...”

Puk puk.

“OEEEEKKK OOEEEEKKK...”

Dalam hati, “Hah, udah, gitu doang w lahiran?”

Alhamdulillahirabbil’alamiin jam 07.00 anak bayi telah lahir ke dunia dengan sehat selamat lengkap. Alhamdulillah.

Jadi melahirkan itu sakit nggak? Enggak. Percaya deh. Enggak sakit, ya cuma gitu doang. Ngeden ngeden, keluar. Tapi, kontraksinya YA ALLAH super duper mega hyper nikmaaaaaaaattt!

Proses melahirkan setiap orang itu beda-beda, unik. Persalinan anak pertama sama anak kedua saja bisa beda. Yang terpenting adalah usaha kita bagaimana membuat proses itu menjadi lebih mudah. Knowledge is power. Kalau udah punya knowledge nya, langsung dipraktekan setiap hari.

Beda kasus kalau kita punya sedikit masalah yang membuat kita tidak bisa melakukan persalinan alami. Tak apa, perjuangannya sama aja. Kita masih tetap jadi seorang ibu. Yang terpenting selama prosesnya si Ibu tetap tenang dan ikhlas, anak bayi juga lahir sehat selamat sempurna.

Semangat buibu!
Semoga yang menunggu lahiran, dimudahkan segala prosesnya.
Semoga yang belum, disegerakan.

Aamiin.

Xoxo,
Lulu.




Rabu, 14 Maret 2018

Pregnancy Story: A Love Story


Assalamu'alaikum Wr. Wb.

I’m so excited karena akhirnya ada cerita baru di blog ini. Setelah dilema mau ngepost tentang ini atau tidak, akhirnya nggak tahan juga ingin share. Dan ini akan menjadi cerita yang cukup panjang.
Singkat cerita, setelah 5 bulan saya menikah, saya positif hamil. Berbeda dengan temen-temen saya yang setelah menikah langsung positif, saya melakukan beberapa ‘usaha’ terlebih dahulu untuk mendapatkannya. Alhamdulillah semua atas ijin Allah SWT.

Setelah test pack menunjukkan dua garis, saya dan suami bahagia dan bersyukur. Apalagi rejeki ini datang saat bulan Ramadhan (tahun lalu). Saat itu, saya masih tetap berpuasa sampai hari ke 30, ya walaupun ada yang bolong-bolong karena pengen disayang dan makan sepuasnya hehee. Usia janin saat itu memasuki 6 minggu (saya hitung dari Hari Pertama Haid Terakhir). Allah Maha Romantis, kado Ramadhan untukku sungguh so sweet.

Saya sengaja nggak cerita ke siapa-siapa kecuali keluarga dan teman dekat. Hanya bermodal pregnancy knowledge dari Oom Google, saya jadi tau hal-hal apa saja yang akan dialami Ibu hamil saat trimester pertama. Saya juga tidak langsung check up ke bidan atau dokter, pengennya nunggu nanti kalau janin sudah agak terlihat  sekaligus memastikan apakah janin saya ini berkembang atau tidak.

Karena beberapa teman saya ada yang mengalami keguguran, janin tidak berkembang, dll, yang akhirnya harus di ‘kuret’, saya memutuskan untuk biasa-biasa saja menjalani kehamilan ini. Tidak terlalu senang dan overprotektive tapi tetap terkontrol asupan gizi dan jam istirahat.

TRIMESTER PERTAMA

Pengalaman trimester pertama para Ibu hamil pasti berbeda-beda, begitu juga saya. Banyak perubahan yang saya alami, terutama pada tubuh saya. Hal pertama yang jadi langganan adalah jerawat. Jerawat jadi muncul semuka-muka, bahkan muncul juga di bagian dada atas. Oh Gusti Allah... Mana nggak boleh diobatin pulak. Pusing kan pala barbie! Tapi memang hal itu wajar untuk ukuran wanita yang terbiasa berjerawat bahkan sebelum hamil. Kata teman-teman sih ‘gawan bayi’ atau bawaan bayi, jadi dibawa santai aja. Nanti juga habis lahiran bakal hilang. Aamiin...

Kedua, bagian lipatan-lipatan tubuh menghitam, apalagi untuk wanita yang kulitnya udah hitam macem saya ini. Bagian leher, ketiak, aerola, dan bagian lipatan lainnya. But no problem! Inget, Allah SWT tidak melihat hambanya dari bentuk dan rupa, tapi bagaimana dia bisa meningkatkan iman dan taqwa tiap harinya.  Hihi *menghibur diri*

Ketiga, payudara semakin besar. And it’s normal. Hampir semua ibu hamil mengalami hal ini. Ya gimana enggak, nantinya si payudara mau diisi Asi, untuk anak bayi ya, bukan untuk bapaknya. Jadi disini saya hanya berusaha untuk bisa merawat dan lebih menyayangi si payudara agar nantinya dia dan anak bayi bisa berteman akrab. Salah satunya mengkonsumsi suplemen kehamilan (plus menyusui) sejak dini dan juga rajin membersihkan payudara.

Alhamdulillah di trimester pertama ini tidak ada halangan yang berarti. Allah SWT mudahkan segalanya. Tidak ada mual, muntah ataupun pusing. Itulah kenapa saya masih bisa ikutan puasa hehe. Saat lebaran pun (saat usia kandungan 8minggu) Allah masih beri keringanan dalam perjalanan mudik yang luar biasa; Semarang-Pekalongan-Brebes-Semarang-Klaten-Semarang-Jepara-Semarang. Semua berjalan sesuai doa saya. Mungkin karena terlalu dibawa santai, banyak yang tidak tahu kalau saya hamil, kadang saya sendiri juga lupa. Haha
Saat janin berusia 12minggu, untuk pertama kalinya saya check ke dokter. Alhamdulillah janin sehat dan aktif, pulang-pulang hanya dikasih suplemen aja sama jaga kondisi. Oh siap bossque!

usg pertama, uk 12weeks


TRIMESTER KEDUA

Memasuki trimester kedua, tentu saja perut ini semakin membesar. Nggak hamil aja perut ini udah buncit, nah bayangin aja gimana saya pas hamil. Haha. Beberapa hal baru mulai bermunculan di trimester ini. Dan disini saya seneng banget karena itu tandanya saya bener-bener kayak orang hamil. Hoho.

First Kick!

Tendangan pertama saya rasakan saat usia kandungan (uk) 17weeks. Pada saat posisi rebahan, kepala lebih tinggi, saya merasakan sesuatu berdetak dari dalam perut.
“Hah, apaan tuh? Detak jantung masa? Kenceng amat?”
Saya kembali ke posisi rebahan tadi, dan detaknya makin cepet seperti detak jantung. Semoga itu bener-bener tendangan si bayi ya. Apa jangan-jangan dia cegukan? Ya pokoknya begitulah yang saya rasakan pemirsa.

Strech-mark!

Aduh ini saya telat banget sih. Harusnya dari awal kehamilan udah harus oles oil-oil ke perut sebelum strech-mark (terlanjur) muncul. Sempet kaget saat bagian bawah perut banyak garis-garis hitam (saya pikir strechmark warnanya garis-garis putih gitu), ternyata oh ternyata. Kata dokter udah telat, nggak bisa dihilangin. Yasudahlah mau gimana lagi ya. Jadi buat yang belum hamil atau yang lagi hamil muda, rajin-rajinlah oles oil-oil ke seluruh bagian perut (ka-ki, atas-bawah), bagian paha juga jangan sampe ketinggalan agar terhindar strechmark bandel nan jahara.

Rambut Nggak Rontok!

Ini juga salah satu yang bikin happy sih. Biasanya kalau habis sapu-sapu rumah ada banyak rambut rontok yang ketangkep, lah ini malah berkurang bahkan nyaris nggak ada. Mau banget Ya Allah ini rambut begini terus sampe tua. Hehe.

Eating Moster!

Sudah mulai makan banyak, sudah mulai menggendut. Alhamduillah. Tapi buka berarti sekali makan habis dua porsi ya. Kita sering makan sengan porsi sedikit-sedikit dan ngemilnya banyak. Banyak sayur dan buah juga cairannya jangan lupa. Bayakin jalan kaki dan naik turun tangga, biar lemaknya nggak terlalu numpuk. Yang terpenting jangan capek-capek, dah itu aja.

Di trimester kedua ini saya juga mulai cari tahu tentang hypnobirthing; melahirkan tanpa rasa sakit. Jujur aja saya takut menghadapi proses melahirkan. Saya sering membayangkan bagaimana bisa bayi segede itu keluar dari lubang kecil itu. Omona... Saya juga orangnya gampang panik dan ribet banget. Makanya pas denger tagline “melahirkan tanpa rasa sakit” langsunglah saya tertarik pake banget. Mulailah saya baca-baca artikel tentang hypnobirthing, menjalani kehamilan dan melahirkan dengan menyenangkan. Untunglah saya ketemu instagram Bidan Yesie @bidankita, websitenya Bidan Kita dan juga channel youtube beliau. Uunnchh thank you Bidan Yesie atas ilmu dan tips&triknya tentang bagaimana menjalani kehamilan dengan santai, happy, tapi tetap hati-hati dan ternutrisi (juga tentang melahirkan tanpa rasa sakit :D)

TRIMESTER KETIGA

Menjadi ibu hamil sungguhlah menyenangkan. Minta apa-apa dituruti, dimana-mana bikin sensasi. Sensasi ngeliat ibu hamil ya itu, bawaannya pengen ngeliatin terus. Ya kan?! Setiap hari saya berangkat kerja naik bus trans, dan selalu penuh sesak. Untung aja saya lagi hamil tua ya, jadi setiap hari selalu merasa special karena orang-orang pada suka ngeliatin dan hampir setiap orang mau ngasih tempat duduknya untuk saya. Uuuh, so sweet.

Trimester ketiga bukan berarti leyeh-leyeh semata. Justru disini saya banyak gerak. Saya kerja di gedung lantai 5 dan sering kali saya turun nggak pakai lift. Rasanya emang sedikit capek, ngos-ngosan tapi bawannya jadi lebih enteng. Coba aja. Haha.

Di usia kandungan 27weeks sampe 37weeks, saya rutin melakukan yoga. Saya bela-belain yoga ke klinik bersalin Ngesti Widodo Ungaran seminggu sekali (yang perjalanan pulang-pergi dari rumah satu jam lebih) karena saya jarang jalan-jalan pagi. Pernah coba yoga sendiri di rumah tapi malah kram dong, haha. Buat yang jarang gerak, latihan yoga ini so worth it, apalagi kalau seminggu 3 kali atau tiap hari. Yang penting konsultasi dulu sama dokter kandungan.

Banyak banget gerakan yang bermanfaat saat sesi yoga. Selain melatih nafas dan konsentrasi, dengan melakukan prenatal gentle yoga, bisa juga membantu posisi adek bayi agar cepat turun ke panggul (biar cepet bukaan/lahiran), melunakkan otot-otot vagina dan panggul (biar lahiran so smooth and easy), dan mengurangi rasa sakit. hehe. Terima kasih prenatal gentle yoga, karena mu aku tak merasakan nikmatnya sakit pinggang atau kaki bengkak. Rasa sakitnya hanya nyeri pada bagian tulang vagina saat menuju lahiran karena kepala adek bayi udah masuk panggul dan turun banget (tinggal launching aja), itupun ada gerakan yoga untuk mengurangi rasa sakit itu. MasyaAllah.

Sungguh nikmat dan mudah menjalani kehamilan ini apalagi kalau kita santai, tenang, dan teredukasi. Dan yang terpenting adalah kalau kondisi ibu dan bayi selalu sehat. Sungguh benar apa kata Bidan Yesie bahwa Knowledge is Power. Saat kita sudah teredukasi, inshaaAllah masalah apapun dalam kehamilan jadi bisa teratasi (dengan mencari soslusi terbaik dan atas ijin Allah SWT tentunya), dan yang terpenting adalah saya jadi nggak gampang panik dan jadi lebih ikhlas menjalani kehamilan ini hehe.

Sampai-sampai Mas Ulil uri nampyon bilang "Wah, sungguh istriku hebat!"
*melayang ke langit ke tujuh!*

YEAH THATS ALL! CERITA KEHAMILANKU: A LOVE STORY!
Cerita tentang proses melahirkan saya bisa dibaca di sini ya!

Semoga yang lagi hamil, sehat selalu dilancarkan proses melahirkannya.
Semoga yang lagi ikhtiar, semua doa segera diijabah Allah SWT tahun ini.
Semoga yang mau nambah lagi, segera cess pleng tekdung lagi anak kesekian, tahun ini.
Semoga yang masih single, bisa melangsungkan Akad Nikah tahun ini juga.
Aaamiin YaRabbal'aalamiin...

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
Xoxo,
Lulu.







Minggu, 17 Desember 2017

First Wedding Anniversary - YAY!

Yesterday was our ONE YEAR ANNIVERSARY.
ALHAMDULILLAH!

A year ago, My Nampyon (re: husband) and I tied the knot. Oh My.. How time flies.

You know the feeling you get on New Year’s Eve? I cannot believe a whole year has gone. So fast! Then you start wondering what you have achieved in the past year? That’s kinda feeling that we felt on our first wedding anniversary. We have been together for almost ten years, but anniversary always got me so excited. A whole year has gone by, I cannot even begin to believe it. Again! Except there is so much things we have done, learned, experienced and achieved.

It always feels as if it were yesterday, yet at the same time it feels like it has been this way forever.
What I love more about relationship is that you just never stop learning about each other. This year year we have gone through some of the toughest times, and we’re so lucky that things only brought us closer together.

Being married to your best friend, I would not have it any other way. When you wake up together, shared the latest important news, be the first to tell him a secret, tell him your deepest darkest fears. He’s the person who will love you forever no-matter how silly you dress, fat or wrinkly you might get (one day), whether you snore in your sleep, forget to wash dishes or fart in the middle of chatting. He’s the single most important person to you, you make each other better, and you always strive to make each other happy.

Oh Dear Mas Ulil My Nampyon...

For better or worse, you are always by my side. You stick by me even at my worse. You held my swollen hand, take care of my weak body when I could not stand up, kiss me when I look like a monster. You love me even I did not love myself, for being sick and useless all the time. There are truly no words to describe my love for you.

I’m looking forward to the years ahead filled with smile, happy memories, good times, and anything will hold for us. Mwah!





Xoxo, 
Lulu



Senin, 19 Juni 2017

Pengajian Akbar - 6th Milad Hijabers Semarang


Alhamdulillah, it's a wrap!
Done with all the meetings, vendors dealing and stuffs. Now, we can take a rest, ladies!

Alhamdulillah, terlaksana sudah Pengajian Akbar "Yuk! Jadi Muslimah Cantik Luar Dalam" dalam rangka Milad Hijabers Semarang yang ke 6 bersama Ukhti Nabilah Zainuri.

Nabilah Zainuri adalah Juara II Sunsilk Hijab Hunt 2016 dengan talent berdakwah. That's why di event Milad kali ini kita mengundang Nabila untuk berdakwah menyebarkan inspirasi positif tentang islam dan bagaimana untuk lebih mendekatkan diri pada Allah juga menjadi muslimah yang jauh lebih baik (di era kerasnya dunia saat ini, ceilah!)

Acara berlangsung di Masjid Kampus UNDIP Semarang mulai pukul 08.00 sampai dhuhur. Alhamdulillah berbagai sponsor dan vendor dapat bekerja sama dengan baik.

Nabila lagi tausiyah, ukhti...

Nggak ada lelah dan letih yang terasa karna terbayar dengan antusias jamaah yang luar biasa. Syukron ukhti :D


akhirnya foto bareng Nabila

panitia yang luar biasa 

Our Attire by @kamiidea @kamiideajogja
Our veil by @inforiamiranda 
THANK YOU SO MUCH

paper flower by @blissproject
THANK YOU SO MUCH

on duty :D

cute cupcakes by @senirasa
THANKYOU SO MUCH


narsis hehe

Alhamdulillah... terima kasih untuk vendors dan sponsors yang telah membantu, (maaf nggak bisa menyebutkan satu-satu hehe). Semoga semua kebaikan dibalas Allah SWT berlipat ganda. Aamiin.

Xoxo,
Lulu.


Rabu, 01 Juni 2016

Wardah Community Gathering at Wardah Beauty House



Jadi, hari Ahad kemaren 29 Mei 2016 saya dan teman-teman Hijabers Semarang diundang ke acara Community Gathering oleh Wardah Beauty House Jalan Sriwijaya no. 70 Semarang. Surprisingly acaranya seru, hehe. Ini adalah kali pertama saya menginjakkan kaki ke Wardah Beauty House Semarang (WBHS) which is udah launching duluan pada Februari 2016. Duh, selama ini kemana aja dirikoe?


Sesaat dua langkah memasuki WBH, badan ini sudah dihempas manja oleh udara dingin dari AC nya WBH ( bahasane aduhay). Melihat sekeliling, ternyata interiornya lucu-lucu, mbak wardahnya juga bahagia banget bisa menyapa orang lucu #apasih. Penempatan produk-produknya juga cantik dan rapi, bikin pengen beli semua itu produk, haha. Yang terpenting adalah testernya sist. Testernya masih pada penuh dan baru, bikin semangat untuk nyobain kan tuh.. ( tapi jangan lupa beli lho ya, hihi).

Kalau tidak salah WBH ini memiliki empat lantai, dan di lantai pertama adalah yang paling seru. Di sinilah letak semua produk tester dan jualannya Wardah. Disini juga bisa buat skin-test juga lho, Cuma kemaren lupa tanya-tanya tentang ini. Serius lupa!


Ada juga sudut yang eye catching banget, dan oke buat foto-foto. Itu adalah jargonnya Wardah; Earth, Love, Life!


yang lucu backgroundnya doang, saya mah amit-amit hehe

voucher disc and invitation

Menuju ke lantai 2 kita harus naik tangga dulu nih. Kalau lantai 2 ini sepertinya untuk treatment semacam salon gitu deh; makeup do, hijab & hair do. Dan nggak ketinggalan ada spot lucu juga buat foto-foto.


okay, di sini saya mirip dugong

Untuk tempat Face Treatment, Body Care, and Hair Treatment ada di lantai empat, kita nggak sempet kesana karena venue acara Community Gathering ada di lantai tiga.

Acara community gathering-nya seru banget. Kebanyakan dari mereka yang datang suka sama dekorasi tempatnya, termasuk saya. Alhamdulillah nggak boring sama sekali, karena mbak-mbak wardah semuanya baik dan ramah.Venue gathering kita juga cute neh :D




Pertama masuk ruangan kita udah amazed sama dekornya, "Iiiih lucu banget...", "yuuuk foto dulu yuuk...", ujar temen-temen. Ditambah lagi kita disuguhi rangkaian acara yang seru-seru. Yang pertama kita diputerin video perjalanan Wardah yang sudah sampai keluar negeri. Setelah itu ada sesi make-up tutorial juga. Kali ini adalah khusus make-up teknik contouring.


Teknik contouring ternyata ribet euy, tapi hasilnya bagus. Ya maklum aja, mungkin karena belum terbiasa. Makanya, belajar ya. Hehe, siapa tau skill kita bisa nambah. Hehehe. Tutorial ini bermanfaat banget, ada tanya-jawabnya juga. Kita jadi makin tau tentang cara nge-blend foundie dan alat yang paling cucok buat nge-blend apa aja.


nyum!

Selesei acara tutorial, ada sesi Beauty Revolution nih (sambil minum + makan cupcake coklat tentunya). Jadi kita nge-share beauty revolutions kita apa aja setelah lebaran. Asik sih. Bisa mengenal satu sama lain juga, karena pesertanya nggak hanya satu komunitas doang, hehe. Lebih asiknya lagi, acara ini banyak banget ngasih hadiah. Hahaha.

Dalam sesi beauty revolutions, peserta paling inspiratif dapet reward. Terus ada acara photo contest dengan meng-upload foto #ootd kita di instagram. Photo dengan like terbanyak dapet gift cantik euy. Ngga berhenti disitu, ada doorprize nya juga. Hadiahnya juga bagus-bagus hehe. And last but least, masing-masing kita membawa pulang satu goodie bag cantik dari Wardah.

rejeki anak


Alhamdulillah, thank you Wardah Beauty House for having us. We're grateful that we can come and learn something new. Barokallah.

Buat yang kepo gimana bentuk Wardah Beauty House Semarang atau mau perawatan dan beli produk Wardah, sila langsung aja capcus ke Jalan Sriwijaya no.70 Semarang.

Because beauty is happiness. Happiness is you.

#wardahbeauty
#halaldariawal
#wardahbeautyhouse


Love,
Lulu.

Senin, 16 Mei 2016

Beauty Class with Emina Cosmetics


It was like a two to tango. Planning to attend #88lovelifesoiree at Jogja and I joined a beauty class for free. Yeay!

It was a gloomy day but not for my face (and my mood). I was so surprised when they announced to open the beauty class part 2 and only for 25 persons. Happy? Alhamdulillah. Because this was the first time I joined a beauty class, and held by Emina Cosmetics.

So, do you know Emina Cosmetics? Emina Cosmetics brand apa sih? Brand baru kah? 

Well, Emina Cosmetic is a local brand yang masih satu pabrik sama Wardah and Make Over. Hanya saja Emina Cosmetics ini didesign untuk anak remaja dan masih kuliah. Contohnya, diriku. Hehehe. Karena didesign khusus untuk para remaja dan anak kuliahan, jadi bentuk dan packaging dari Emina ini lucu-lucu bingits, gemesin. So, for those who are still young and still afraid to choose what make up brand you should buy, hmmm bisa tuh pilih Emina Cosmetics.



picture courtesy: @monicaagustami


As you know, this beauty class was free. I got the make up tutorial by kak Monica Agustami ( beauty blogger Jogja) and also a beauty package. So happy that now I know how to apply foundation, eye shadow, and make a good eyebrow. Thanks kak Monic atas ilmunya.

Selain harganya terjangkau, ternyata produk Emina nggak cuma makeup doang, tapi ada skincare nya juga. Produk yang aku dapat adalah face wash, shower gel dan sun protection. Banyak banget produk-produk dari Emina Cosmetics dan semua packagingnya lucu-lucu. Kalau kalian masih penasaran tentang produk-produk Emina, langsung aja cuss ke TKP yah, www.eminacosmetics.com

yeay, we got the goodie bag

my beautiful kind-hearted partner in Jogja

What inside my beauty package? Here they are...


And last but not least, thank you so so much kak Diana Rikasari and Kak Dinda Puspitasari for the sharing and experience! Love!




What is the best make up? Do you know how to make the best make up? That is JOY.
Joy is the best makeup. Anne Lammot.




Love,
Lulu.