Jumat, 14 Agustus 2015

Manjadi Single


Setelah menjadi single, aku melihat semua orang jatuh cinta.

Aku, dengan jelas merasakan cinta. Perasaan bahagia saat jatuh cinta.

Saat kau memandang seseorang. Saat kau melihat bayanganmu sendiri di matanya. 

Saat kau kan mati-matian lakukan apa saja hanya untuk membuatnya bahagia.

Selalu ingin merasakan bahagia bersamanya. Selalu ingin melewati kesedihan berdua.

Saat tak saling bicara karena masalah kecil, dan menangis haru ketika berbaikan berbaikan.

Saat seseorang dengan sigap menggunakan lengan jaketnya, mengeringkan jok motor yang basah karena hujan, untukmu.

Saat seseorang menjadi sumber jawaban atas semua pertanyaan tak masuk akalmu

Saat kau menjadi alasan mengapa dia tetap tertawa ketika cobaan sedang ramai menghinggapi.

Itu, bukan peranku... untuk beberapa saat.

Sekarang, ini pertama kalinya bagiku untuk mengosongkan ruang yang ada di hati.



Rabu, 04 Februari 2015

Bagaimana


Bagaimana jika pelukmu tak lagi menenangkanku?

Bagaimana jika hadirmu tak lagi kucandu?

Bagaimana jika aku sudah lelah menunggumu?

Bagaimana jika aku menyerah untuk memperjuangkanmu?

Bagaimana jika waktu mengikis rinduku padamu?

Bagaimana jika aku berhenti mengharap hadirmu?

Bagaimana jika hatiku tak lagi memilikimu?

Bagaimana jika aku tak lagi memperdulikanmu?

Bagaimana jika hatiku tak lagi untukmu?

Bagaimana?



Jumat, 23 Januari 2015

AIR TERJUN SRI GETHUK, JOGJA



There is a hidden message in every waterfall. It says, if you're flexible, falling will  not hurt you.

So, our next destination is Air Terjun Sri Gethuk cint! Letaknya masih satu arah sama Goa Rancang Kencono, kira-kira 1,5 jam dari pusat kota Jogja. Seneng deh kalau ada tempat wisata yang letaknya deketan gini. Jadi bisa hemat waktu dan tenaga. Alhamdulillah.

Untuk menuju air terjun Sri Gethuk kita cukup menggunakan kaki untuk berjalan lhooo (re: mlaku). Banyak sekali yang harus kita lewati; mulai dari tempat parkir, warung-warung pedagang penjual makanan dan souvenir, tempat wudhu, dan kebun yang jalannya lurus naik turun. 

di parkiran sempet pose? Yauda sih ya~

mengejar mas-mas

Ada dua cara untuk menuju ke air terjun Sri Gethuk. Cara pertama ni, setelah sampai parkiran dan warung-warung pedagang makanan + souvenir, kita bisa berjalan menuju air terjun melewati pematang sawah dan sungai-sungai kecil. Indah cuy! Setelah itu, kita bakal olahraga bentar naik turun tangga yang sebagian sudah disemeen dan sebagian masih batu tanah. Baru deh kita sampai di Air Terjun Sri Gethuk.





otw Sri Gethuk

Nah untuk cara yang kedua nih, pas banget buat saya yang males jalan naik turun, haha. Kita bisa menggunakan perahu hanya dengan biaya 5000/orang. Perahu ini melewati sungai Oyo yang dipenuhi oleh tebing-tebing batu dan air terjun kecil-kecil. Cocok buat cuci mata cari yang seger-seger sih menurut saya. Kalau saya dan temen-temen memilih jalan kaki terlebih dahulu menuju Air Terjun Sri Gethuk, lalu waktu pulang kita naik perahu deh.



Alhamdulillah touch down Sri Gethuk waterfall, hehe. Dan kita langsung disambut oleh pelangi, wohoo. Berasa pengen ganti nama jadi Lulu Pelangi (opo sih!). Air Terjun Sri Gethuk saat itu sedang ramai-ramainya, maklum ita berkunjungnya saat weekend gitu. Dengan tinggi sekitar 20an meter, air terjun ini mengalir cukup deras. Cocok banget buat yang mau mandi, main-main air ataupun berenang. Kita semua waktu itu nggak ada yang turun sih, soalnya ramai. Syukur alhamdulillah menikmati air terjun dengan motif-motif bebatuan yang artistik ini sudah membuat kita bahagia. 

Yuk, saatnya kita pulang... naik... perahu... hehe.

ini gambar dari google gaes



abaikan diriku --"



Air Terjun Sri Gethuk menambah jumlah tempat wisata yang ada di Gunung Kidul. Nggak heran sih kalau Gunung Kidul makin lama makin heiittsss dan makin banyak dikunjungi orang. Jadi perjalanan hanya sampai di sini? Enggak, masih ada satu lagi kok. Yang ini juga nggak kalah indah. Stay tune!

Salam.